Asal Usul Patung Lembu Suro dan Jotho Suro

Patung jotho berada lebih ke bawah dan keliahatan masih utuh

Patung jotho berada lebih ke bawah dan keliahatan masih utuh

Patung Lembu Suro (2)

Patung Lembu suro yang berada lebih keatas.

Patung Lembu suro yang berada lebih keatas.

Jotho suro merupakan saudara dari lembu suro, legenda yang berkaitan dengan gunung kelud

Jotho suro merupakan saudara dari lembu suro, legenda yang berkaitan dengan gunung kelud

Fenomena Baru Patung Lembu Suro dan Jotho Suro
Selalu ada hikmah dibalik bencana, begitulah pepatah mengatakan. Di blitar, akibat erupsi gunung yang menimbulkan dampak kebakaran di wiliyah hutan produksi gadungan, juga memunculkan obyek wisata baru yaitu alas kobong atau hutan terbakar. Yang menarik dari obyek wisata alas kobong ini selain adanya batas antara yang terbakar dengan yang masih hijau segar terlihat nyata juga adanya 2 patung lembu suro dan jotho suro yang berada di area hutan yang hijau segar seolah menjadi penjaga hutan agar tetap hijau tidak terbakar.
Kedua patung ini benar-benar fenomenal, bahkan menurut beberapa orang yang baru pertama berkunjung kesana atau dulu pernah kesana tapi belum terdapat patung ini menceritakan kepada teman-temanya atau kerabatnya kalau patung ini muncul dengan sendirinya. Karena mendengar kabar itu kami menjadi tertarik untuk mencari informasi mengenai keberadaan patung tersebut. Setelah mencari informasi kebeberapa sumber, akhirnya kami mendapat info yang paling akurat mengenai keberadaan patung tersebut.
Menurut bapak Las (mantri hutan setempat) kami mendapatkan info yang menarik. Dimana mengenai keberadaan patung itu adalah karena keinginan pak Las selaku mantri untuk mempercantik dan sebagai tanda bahwa dulunya area tempat patung tersebut merupakan area terdampak erupsi gunung kelud tahun 1990. Patung ini dibangun mulai tahun 1995an, dan pembangunan di lakukan oleh seorang pengrajin patung yang berasal dari daerah ringin telu – kesamben. Pak Las mempercayai pembuatan itu kepada pengrajin tersebut karena reputasinya yang telah lama membuat beberapa patung di daerah bali.
Pembuatan patung ini sendiri memakan waktu sekitar 2 bulan, dan selama itu sang pembuat patung menginap dan bermalam di area patung tersebut. Pengerjaan patung tersebut dikerjakan sendirian oleh sang pengrajin. Menurut cerita pak Las, pembuatan patung itu dibuat secara bertahap mulai dari pembentukan kasar kaki baru kemudian di bentuk sedemikian rupa sehingga kelihatan indah seperti sekarang. Selain itu, dulu di area patung juga terdapat gardu pandang (outspot) yang terbuat dari kayu setinggi +/- 8 meter. Dari gardu pandang ini kita bisa melihat keadaan gunung dan kawasan blitar dengan jelas. Namun sayang, outspot tersebut sekarang sudah tida adak karena kayu-kayunya sudah mulai lapuk dan hancur.
Jadi begitulah awal keberadaan patung lembu suro dan jotho suro yang akhir-akhir ini begitu fenomenal karena cerita beberapa orang yang menambahi. Tentunya hal itu juga tidak salah, karena dengan berbagai macam cerita akan menarik minat dari orang-orang untuk berkunjung kesini. Harapan dari pak las adalah semoga pemerintah terkait ikut membantu membangun beberapa fisilitas agar lebih menarik dan lebih mendatangkan pengunjung.
foto&teks: PR
observasi : Riezta, Puthut

~ oleh gusjengkabupatenblitar pada Maret 16, 2014.

Satu Tanggapan to “Asal Usul Patung Lembu Suro dan Jotho Suro”

  1. […] Wisata Budaya – Situs Bale Kambang – Asal-usul Patung Lembu Suro dan Jotho Suro […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: