Wisata Baru Gunung Kelud

Wisata baru Gunung Kelud
Setelah mengalami erupsi yang dahsyat pada jum’at, 14 februari 2014 yang lalu, dan telah melemparkan anak gunung kelud yang terbentuk pada tahun 2007 sejauh 17 KM serta abunya menyebar sampai ke jawa barat dan madura, gunung kelud juga memberikan dampak yang positif selain dampak kerusakan yang membuat wilayah disekitar lereng gunung porak poranda. Dampak positif itu selain abu yang bisa menyuburkan tanah diarea terdampak juga manfaat dari meterial gunung yang dikeluarkan berupa pasir dan batu-batu yang bisa dimanfaatkan sebagai material bangunan rumah.
Selain itu, pada saat gunung ini meletus banyak juga fenomena alam yang menjadikan itu sebagai obyek wisata bagi masyarakat luas. salah satu fenomena akibat erupsi yang menjadi daya tarik masyarakat untuk mengunjunginya adalah Alas kobong dan Watu tumpuk, begitu masyarakat menamainya. Alas kobong/ Hutan Terbakar merupakan area hutan yang terbakar karena terkena hawa panas dan dampak ledakan yang berjarak hanya 2.5 km dar pusat erupsi. yang menarik dari fenomena alas kobong ini adalah adanya sebagian area yang tumbuhanya kering karena terbakar dan area yang masih sangat hijau disebagian lainya dan tanpa adanya pembatas diantara yang tebakar dengan yang tidak terbakar ini. Banyak cerita mistis yang dikaitkan dengan keberadaan dari area yang masih hijau ini dikarenakan disana terdapat patung Lembu Suro dan Jotho Suro yang dipercaya masyarakat melindungi area hutan tersebut sehingga hutan tersebut tida terbakar walau disebelahnya kering terbakar. Mengenai siapa Lembu Suro dan Jotho Suro legendanya sudah banyak beredar di masyarakat. Area Alas Kobong ini berada di kawasan area perkebunan karet. Sehingga jauh dari pemukiman penduduk yang terdampak gunung kelud.
Sedangkan mengenai watu tumpuk adalah adanya tumpukan batu yang tertata secara rapi akibat erupsi gunung kelud yang tertata dan terbentuk di sungai kali putih, yaitu salah satu sungai yang berhulu di kawah gunung kelud. Batuan yang terdiri dari batu apung ini tertata sedemikian rupa, sehingga tampak seperti sebuah bendungan/ dam yang terbentuk secara alami yang menjadi penahan aliran lahar dingin di sungai kali putih. Tempat ini menjadi ramai dikunjungi, karena mitos yang beredar di mengenai terbentuknya tumpukan batu apung ini terjadi bersamaan dengan terlontarnya material batu apung dari gunung. Yang menurut kabar dari masyarakat sekitar, keberadaan tumpukan batu ini manjadi penyelamat bagi warga sekitar aliran sungai kali putih menjadi terlindungi dari aliran lahar dingin. Entah bagaimana tumpukan batu itu bisa terbentuk seperti itu tidak ada atau belum ada dari pihak yang kompeten memberikan penjelasan secara ilmiah. Dan hanya mitos dari masyarakat saja menjadi cerita bahwa batu itu terbentuk karena untuk melindungi warga blitar dari dampak erupsi dan lahar dingin.

Lokasi hutan terbakar sebelah selatan Gunung Kelud +2.5KM Dari pusat erupsi

Lokasi hutan terbakar sebelah selatan Gunung Kelud +2.5KM Dari pusat erupsi

Jalur dari area luas hutan terbakar +2.5KM dari pusat erupsi

Jalur dari area luas hutan terbakar +2.5KM dari pusat erupsi

Jotho suro merupakan saudara dari lembu suro, legenda yang berkaitan dengan gunung kelud

Jotho suro merupakan saudara dari lembu suro, legenda yang berkaitan dengan gunung kelud

Lokasi watu tumpuk yang berada di kali putih

Lokasi watu tumpuk yang berada di kali putih

~ oleh gusjengkabupatenblitar pada Maret 6, 2014.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: