Situs Bale Kambang

Disela-sela persiapan pelaksanaan Tumpeng Agung Nusantara, sempat terbesit sedikit pertanyaan menggilitik dibenak saya. Ya, pertanyaan itu adalah mengenai tempat yang bernama bale kambang. Dalam pikiran saya langsung terbentuk image sebuah pantai yang ada di pesisir selatan kabupaten malang. Pertanyaan itu menggelayut dalam benak saya ketika mendengar kabar start dari tumpeng nusantara adalah dari bale kambang. Waow, berapa lama waktu yang akan ditempuh oleh tumpeng itu? Dan semua pertanyaan saya langsung terjawab ketika saya sampai di desa modangan, ternyata yang dimaksud dengan bale kambang adalah situs tempat umpak pada jaman kerajaan majapahit yang dulunya diperkirakan adalah umpak sebuah bale atau pendopo. Sebersit senyum saya dan teman saya wahyu ketika kami mengetahui bale kambang diblitar.

Menurut cerita dari budayawan dan penduduk sekitar, bale kambang dulunya adalah merupakan tempat bersemadi dan istirahat dari raja-raja mulai dari jaman Kediri dimasa Dhandang gendhis sampai Jaman Majapahit diera Rajasa negara [ Hayam Wuruk ]. Dan mulai ditulis dalam negarakertagama ketika dimasa pemerintahan Ratu Tribuana Tunggadewi. Dulunya bangunan dari bale kambang juga masih menganut aturan tiga tingkat, dimana pada tingkat paling akhir atau tingkat ke-tiga yang digunakan olah raja-raja untuk mendekatkan diri pada Sang Hyang Widi Wasa untuk mendapatkan petunjuk demi kemakmuran dan kesejahteraan rakyatnya. Selain itu di bale kambang ini juga para raja-raja juga meminta petunjuk kepada Sang Pencipta ketika bencana Gunung Kelud melanda kawasan ini. Dulunya di pinggiran dari bale kambang ini adalah merupakan kolam yang dibuat mengelilingi bale. maka dari itu kenapa diberi nama Bale Kambang yang filosofinya berarti bale yang mengambang diatas permukaan air.

Kambali ke BaleKambang, untuk menemukan situs ini tidaklah sulit. Dari pasar penataran kita mengambil arah ke kiri jika dari blitar, yaitu arah ke desa modangan. Dari pasar penataran kira-kira perjalanan sekitar 1,5km. Kemudian sebelum SD modangan ada jalan setapak kita masuk ke utara sekitar 500 meter. Disinilah letak cagar budaya situs Bale Kambang.

Secara visual situs ini berupa umpak batu yang ketika saya hitung berjumlah 36 buah dan diatur secara membujur keutara dan menyamping ke barat ketimur berjajar tiga serta menghadap ke arah gunung kelud. Situs bale kambang benar-benar terawat dengan bersih, tanaman perdu yang menjadi pembatasnya pun juga tertata rapi. Dilahan yang seluas 25×80 meter inilah masih tersimpang banyak misteri mengenai bale kambang. Walaupun masih sepi pengunjung, tapi tempat ini jug perlu dirawat untuk terus ditelusuri kisah kejayaanya di masa lalu.

~ oleh gusjengkabupatenblitar pada Juni 29, 2012.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: