Petilasan Rambut Monte

Rambut Monte, unbelievable journey

Menyenangkan sekali ketika kita bisa mengunjungi suatu tempat wisata yang bisa meninggalkan memori yang indah dibenak kita sebagai pengunjung. Salah satu pegalaman yang ingin saya bagikan adalah pengalaman saya mengunjungi sebuah tempat wisata, wisata religi tepatnya, yaitu Rambut Monte. Tentu saja saya tidak sendirian mengunjungi tempat ini, saya bersama rekan saya, Gus Hendri melakukan perjalanan tak terlupakan ini pada hari Selasa, 26 Juni 2012 kemarin.

Kebetulan rumah gus Hendri berada di wilayah dekat dengan kota Blitar, sementara rumah saya berada di daerah wlingi. Sedangkan lokasi wisata rambut monte adalah di desa Krisik kecamatan Gandusari yang bisa ditempuh melalui jalan utama melalui kota Wlingi. Maka itu, saya dan Gus Hendri berjanji untuk bertemu di depan pasar Wlingi untuk menuju wisata religi Rambut Monte. Kami telah sepakat untuk bertemu di depan pasar Wlingi pada pukul 07.00 pagi agar dapat segera sampai dan melakukan observasi sebelum hari semakin terik.

Perjalanan dimulai dari arah Wlingi menuju utara, melewati desa Babadan, Tejo, Soso, dan juga Semen. Jalan yang kami lalui dapat dibilang mulus dan bebas hambatan, sepanjang jalan kami dapat melihat pemandangan yang indah dari bukit bukit dan juga aliran sungai Lekso yang seakan memandu perjalanan saya dan gus Hendri. Karena saat itu masih pagi, kami bisa merasakan kesejukan dan juga udara segar pegunungan. Menyenangkan dan sehat bukan?
Di sepanjang jalan yang kami lewati, kami juga dapat melihat hamparan sawah luas yang menghijau dan juga berbagai aktifitas petani, yang sangat khas sebagai karakteristik masyarakat pedesaan. Sungguh luar biasa budaya yang mereka wariskan turun temurun tentang kerja sama dan juga cara bercocok tanam secara tradisional masih mereka lakukan hingga saat ini.

Perjalanan yang kami lakukan juga semakin menarik dikarenakan kami juga melewati kawasan perkebunan teh bantaran yang membentang ditepi jalan raya yang berkelok kelok. Bukit bukit yang menjulang ditepi jalan yang kami lalui didominasi oleh hamparan hijau kebun teh yang terlihat bagai permadani menyelimuti bukit, apalagi dibayang bayangi panorama Gunung Kawi disebelah utara yang tak kalah indahnya.

Pemandanganyang indah ini tak jarang dimanfaatkan oleh beberapa orang untuk berwisata alam atau sekedar hunting foto seperti beberapa orang yang kami temui dijalan. Namun, karena kami harus melakukan observasi, kamipun harus segera sampai di tempat tujuan sebelum siang. Dari area perkebunan, daerah wisata Rambut Monte masih harus ditempuh kurang lebih 7 kilometer lagi. Memang cukup jauh, namun kami berharap keindahan tempat ini akan sepadan dengan perjalanan jauh yang kami lakukan.

Setelah melewati pasar desa Krisik, akhirnya kami sampa juga di kawasan wisata Rambut Monte. Jalan menuju wisata ada di sebelah kanan jalan, masuk kearah timur, lalu ke utara, dengan jalan yang sedikit menanjak. Setelah sampai, kami memarkir sepeda motor kami di temat parkir yang ada di area atas wisata Rambut monte. Karena hari itu masih pagi, suasananya pun sepi. Serta udaranya masih sangat dingin, namun bersih dan segar.

Lalu kami berjalan menyusuri area wisata ini yang didominasi oleh pohon pohon besar. Kami juga menemukan situs candi peninggalan kerajaan Majapahit yang bernama candi Naga. Yang saat ini banyak difungsikan sebagai tempat pemujaan atau ritual bagi sebagian orang. Namun terlepas dari itu, keberadaan candi ini bisa dibilang masih baik, dikarenakan mitos dan juga sisi ritual dari situs itu sendiri sehigga masyarakat sekitar mengeramatkannya.
Setelah melihat lihat bagian atas, kami menemui juru kunci atau pemandu dari daerah wisata ini yaitu Bapak Poniman, yang menemani kami berjalan jalan sekaligus menjelaskan tentang tempat ini. Kami pun menyusuri tangga menuju area bawah, yaitu area paling terkenal dari wisata ini, yaitu kolam yang berisi ikan Sengkareng atau oleh masyarakat sekitar disebut ikan dewa, sebagai suatu symbol magis atau kekuatan dari ikan berwarna abu abu gelap ini.

Area bawah yang lebih luas ini didominasi oleh kolam yang airnya berwarna biru kehijau hjauan yang jernih dan juga berpasir putih.di dalam kolam ini terdapat tiga buah “embul” atau sumber air yang terus mengeluarkan air meskipun saat kemarau dan air ini tidak pernah habis meskipun dialirkan ke sebuah sungai kecil yang mengalir ditepi daratan yang terdapat kolam tersebut. Daerah sekitar wisata Rambut Monte ini didominasi oleh pohon besar dan juga pohon pinus yang indah. Bukit bukit serta tebing juga mendominasi kontur daerah wisata ini.

Indah sekali pemandangan wisata rambut monte ini, apalagi sembari berkeliling kami ditemani oleh Bapak Poniman disuguhi cerita cerita mitos tentang tempat ini. Menurut bapak Poniman, ikan ikan di dalam kolam tersebut mrupakan penjelmaan prajurit majapahit yang ditugasi untuk menjaga candi yang ada di Rambut monte ini. Selain itu sumber air yang ada di kolam itu, merupakan sumber air yang terhubung langsung dengan laut selatan. Dari segi magis, dua tempat ini memang memiliki suatu relasi yang erat.

Itulah mengapa, pasir yang ada didasar kolam itupun berwarna putih. Dikarenakan pasir tersebut merupakan pasir laut yang terbawa dari pusaran sumber air atau embul yang terhubung dengan pantai selatan tersebut. Kami melihat ikan ikan di dalam kolam tersebut melalui anjungan yang ada di tepi kolam tersebut yang memang disediakan untuk memfasilitasi pengunjung yang datang untuk melihat ikan dewa tersebut.

Puas berkeliling, saya dan Gus Hendri memutuskan untuk menyudahi kunjungan kami ke tempat wisata ini, dikarenakan kami harus esgera menyelesaikan makalah tentang observasi dan rencana pengembangan kami terhadap wisata ini. Kamipun berterimakasih dan berpamitan pada Bapak Poniman yang telah banyak membantu dan memberikan informasi pada kami tentang tempat ini.
Kami berharap suatu hari kami akan mengunjungi tempat yang luar biasa indahnya ini, dan juga kami berharap akan banyak orang yang tertarik pada keindahan dan juga kecantikan pemandangan disini dan berkunjung ke tempat ini seperti kami. Perjalanan pulang terasa lebih singkat namun menyenangkan, karena kami telah mendapatkan banyak pengetahuan dan juga pengalaman menarik mengekplorasi keindahan wisata religious Rambut Monte.

Penulis: Nadia Irawan
Foto:  Hendri, Nadia, Phu

 

~ oleh gusjengkabupatenblitar pada Juni 27, 2012.

3 Tanggapan to “Petilasan Rambut Monte”

  1. sy juga pengen kesana … kabarnya suasananya sgt asri, sejuk n segar. bawa bekal makanan spy betah berlama2 di sana …………

  2. saya jga ingin ke sana..ktanya di sana ad sebuah candi yg brbentuk monyet dengan relief nga..Apa itu benar…??:/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: